Laman

Info Stock dan Harga Kemiri

Info Stock dan Harga Kemiri
Harga Update : 29.000/kg (Surabaya)
Stock : Kosong
Untuk Pesanan
Silahkan kontak/SMS: 087852252662
Showing posts with label Artikel terkait Agrobis. Show all posts
Showing posts with label Artikel terkait Agrobis. Show all posts

Tuesday, December 28, 2010

Budidaya Ikan Gurame

Budidaya ikan gurame merupakan salah satu usaha yang dapat ditekuni.
Nilai ekonomi ikan gurame cukup tinggi, lebih baik dibandingkan ikan
air tawar lainnya, seperti ikan mas dan ikan mujair. Keuntungannya
cukup menjanjikan, bisa mencapai tiga kali lipat dari modal.

Salah satu lokasi budidaya ikan gurame terdapat di Sukabumi, Jawa
Barat. Salah seorang diantara petani ikan gurame adalah Deni Rusmawan.
Untuk mencapai lokasi budidaya ikan gurame di Sukabumi dari Jakarta
dapat melalui jalan Tol Jagorawi, keluar di pintu Tol Ciawi, lalu
mengambil arah ke kota Sukabumi, tepatnya di Jalan Bhayangkara.

Proses budidaya ikan gurame di tempat ini dimulai dari seleksi
indukan, pemijahan, pendederan hingga pembesaran. Indukan ikan gurame
dipilih yang telah berusia lebih dari tiga tahun, dan sudah matang
gonad, sehingga siap untuk pemijahan.

Syaratnya, sperma induk jantan dan indung telur induk betina banyak
dan berkualitas. Pemijahan ikan gurame dilakukan di kolam khusus.
Setiap satu induk jantan dapat membuahi tiga induk betina. Di kolam
khusus ini disediakan jerami berbentuk lorong, sebagai sarang induk
betina.

Setelah seminggu dikawinkan, induk ikan gurame betina akan bertelur.
Usia produktif ikan gurame ini bisa mencapai 10 tahun. Di kolam ini
dipelihara ikan gurame jenis soang dan blue safir. Kedua jenis ikan
gurame ini lebih tahan terhadap penyakit dan perubahan cuaca yang
ekstrim.

Bibit ikan gurame yang dihasilkan sudah dapat dipasarkan mulai dari
usia dua minggu hingga tiga minggu, dengan ukuran dua hingga tiga
centimeter. Harganya berkisar 400 hingga 500 rupiah per ekor.
Pembesaran ikan gurame dilakukan dengan cara sederhana.

Ikan diberi makan tiga kali sehari. Takaran pakannya sekitar tiga
persen dari berat tubuh ikan. Selain itu diberi makanan tambahan
berupa daun talas. Bibit ikan gurame yang dihasilkan dijual kepada
petani keramba di Waduk Jatiluhur dan Waduk Cirata, Jawa Barat.

Sedangkan ikan gurame besar dengan bobot sekitar setengah kilogram per
ekor dipasarkan ke wilayah sekitar Sukabumi, Banten dan Jakarta.
Harganya berkisar 20 ribu hingga 25 ribu rupiah per kilogram.

Untuk memperkokoh bisnis ikan guramenya, Deni bergabung dalam asosiasi
pembudidayaan dan pengusaha gurame se Kabupaten Sukabumi. Melalui
asosiasi tersebut, ikan gurame hasil budidaya deni dipasarkan hingga
ke daerah di luar Pulau Jawa, seperti Bali, NTB dan Sulawesi.

Monday, December 27, 2010

Budidaya Udang Galah

Ini merupakan kolam budidaya udang galah. Lokasinya di Kecamatan
Pamarican, Ciamis, Jawa Barat. Para petani udang galah di tempat ini
tergabung dalam kelompok Mina Usaha Sejahtera yang terbentuk tahun
1992 lalu. Disini, para petani melakukan budidaya udang galah mulai
dari pembibitan hingga pembesaran.

Untuk mencapai lokasi budidaya udang galah di Ciamis, dari Jakarta
dapat melalui jalan tol Jakarta-Cileunyi. Lalu perjalanan dilanjutkan
ke arah Pangandaran. Setelah memasuki kota Banjar, perjalanan
diteruskan ke Kecamatan Pamarican.

Disinilah tempat lokasi budidaya udang galah. Luas lahan yang dikelola
gabungan pembudidaya udang galah disini lebih dari 30 hektar. Karena
begitu luasnya lahan, panen udang galah dapat dilakukan setiap saat.
Panen udang dilakukan setiap ada permintaan. Biasanya pesanan datang
dari restoran.

Udang dapat dipanen setelah dua bulan di pelihara di kolam. Permintaan
dari pasar lokal umumnya udang dalam keadaan hidup. Namun tidak mudah
menangkap udang hidup dengan tangan. Bila tidak hati-hati bisa terkena
capit.

Udang memang merupakan makanan favorit. Karena itu permintaannya tidak
pernah sepi. Apalagi untuk udang galah seperti ini. Konon, udang
memiliki khasiat dapat meningkatkan stamina.

Luas lahan pemeliharaan udang galah yang dikelola gabungan petani
disini mencapai 24 ribu meter persegi. Yang perlu diperhatikan dalam
membesarkan udang galah adalah menjaga kebersihan air dan lingkungan
kolam.

Agar udang cepat besar diberi makan setiap dua jam sekali. Pakannya
berupa pellet.
Sebagai makanan tambahan diberi keong, yang biasanya banyak terdapat
di sekitar kolam.

Di tempat ini juga dilakukan pembibitan udang galah. Proses penetasan
udang dilakukan di ruangan khusus. Suhunya dijaga pada tingkat 32
derajat celcius. Berada di ruangan penetasan ini terasa panas, dan
udaranya beruap.

Di kolam inilah induk udang galah menetaskan telurnya. Benur udang
yang baru menetas menempel di tubuh induknya. Budidaya udang galah
bagi petani disini sangat menguntungkan. Untuk pemeliharaan seribu
benur udang galah di kolam seluas 200 meter persegi, dalam waktu dua
bulan dapat diperoleh keuntungan satu juta rupiah.

Udang yang telah dipanen dikirim ke pembeli dalam keadaan hidup.
Permintaan terbesar untuk udang ukuran 25 hingga 30, dengan harga 50
ribu hinga 60 ribu rupiah per kilogram. Pasarnya, untuk dalam negeri
umumnya restoran. Sedangkan untuk ekspor, pasar terbesar Singapura dan
Jepang

Untuk pasaran local, udang dibawa dalam keadaan hidup dengan
menggunakan drum fiber berisi air. Udang diletakkan di keramba di
dalam drum yang dilengkapi selang saluran oksigen.

Setelah melihat budidaya di kolam, saya kini ingin merasakan kelezatan
daging udang galah. Kebetulan, para petani disini telah memasakkan
udang galah untuk dimakan bersama. Rasa daging udah galah memang
lezat. Cukup dimakan dengan saos sambal dan nasi, kelezatannya sudah
terasa.

Budidaya Ikan Patin

Ikan patin atau pangasius sp, adalah salah satu komoditas budi daya
ikan air tawar yang banyak diminati oleh para petani ikan. Harganya di
pasaran cukup tinggi dan cara perawatannnya tidak rumit. Sehingga bila
ditekuni secara serius, sangat menguntungkan. Salah satu sentra budi
daya ikan patin terdapat di kawasan Desa Sela Jambe, Kecamatan Cisaat
Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Desa Sela Jambe, Cisaat, Sukabumi Jawa Barat sangat cocok dijadikan
lokasi budidaya ikan air tawar. Persediaan air berlimpah karena dekat
dengan sejumlah sungai yang berasal dari aliran sungai dari Gunung
Gede Pangrango.

Budi daya ikan patin dimulai dari seleksi indukan. Induk ikan betina
dipelihara di kolam terpisah. Sebelum disatukan dengan indukan jantan,
induk betina dipilih yang telah memenuhi syarat untuk dipijahkan.
Ciri-cirinya dapat dilihat dari bentuk fisiknya.

Telur dari indukan betina dan indukan jantan kemudian dipijahkan dalam
aquarium.Di aquarium ini, larva ikan patin akan menetas dalam waktu 24
jam. Setelah berbentuk larva, ikan patin siap di besarkan. Untuk
anakan ikan ukuran satu inci biasanya di beri pakan artemia.

Setelah besar barulah ikan patin itu dipindahkan ke kolam dan bak
penampungan. Berbagai tahapan umur ikan patin laku di pasaran. Untuk
ikan patin umur empat puluh hari ini di pasaran harga perekornya
sekitar empat ratus rupiah.

Untuk perwatan ikan patin, tidak terlalu sulit. Kunci perawatannnya
terletak pada kualitas air dan cuaca, ikan patin senang hidup di air
yang mengalir dengan cuaca sedang dan sedikit curah hujan.

Ikan patin tahan terhadap berbagai serangan hama penyakit. Yang perlu
diwaspadai hanya serangan jamur. Ikan patin usia dua puluh hari juga
banyak diminati untuk bakal benih ikan. Ikan seukuran ini sudah bisa
di pelihara di tambak dengan metode jaring terapung.

Bila dikelola dengan cara yang benar, budidaya ikan patin, mulai dari
pembibitan hingga pembesaran sangat menguntungkan. Ini dikarenakan,
peminat ikan patin cukup banyak, karena rasanya enak untuk dimakan.

Sunday, December 26, 2010

Budidaya Gurame

Ikan gurame merupakan salah satu primadona ikan air tawar.
Permintaannya cukup tinggi, terutama untuk konsumsi restoran. Harganya
yang cukup stabil di pasaran, berkisar 22 ribu rupiah per kilogram,
membuat ikan gurame banyak dibudidayakan petani. Budidaya dilakukan
mulai dari proses pembenihan hingga pembesaran.

Salah satu lokasi budidaya ikan gurame terdapat di daerah Kubang Sari,
Banjar, Jawa Barat. Untuk mencapai lokasinya dari Jakarta dapat
ditempuh melalui jalan Tol Cipularang. Keluar di Pintu Tol Cileunyi,
perjalanan kemudian dilanjutkan ke kota banjar melalui Ciamis,
tepatnya di daerah Kubang Sari.

Di tempat inilah proses budidaya ikan gurame dilakukan. Salah seorang
diantaranya Yoyo Nugraha, yang telah menekuni usaha ini sejak tahun
2000 lalu. Pemeliharaan ikan gurame disini dilakukan di kolam
permanent, yang dindingnya terbuat dari semen.

Di kolam indukan ini, terdapat sekitar 300 ekor ikan gurame yang
setiap ekornya memiliki berat rata – rata 4 kilogram. Sebelum
dipijahkan, indukan ikan gurame dipilih yang dalam kondisi sehat dan
bebas penyakit.

Proses pemijahan dilakukan di kolam khusus. Untuk kolam ukuran 10
meter persegi, dapat diisi satu ekor induk ikan jantan, dan 4 ekor
induk ikan betina. Yang penting diperhatikan dalam memelihara ikan
gurame, airnya harus cukup dan bersih.

Setelah 10 hari dipijahkan, induk ikan gurame akan bertelur. Telurnya
menempel di sarang ijuk. Telur ikan yang telah menjadi larva, di
pindahkan ke dalam bak plastik. Setelah dibesarkan selama 40 sampai 50
hari, larva akan berkembang menjadi anakan ikan yang memiliki ukuran 3
sampai 5 centimeter.

Anakan ikan dibesarkan di kolam permanen sedalam 70 hingga 80
centimeter. Setelah beranjak dewasa, ikan gurame dapat diberi makan
berupa pellet. Namun di tempat ini ikan gurame diberi makan dedaunan
sehingga lebih alami dan kolam tidak berbau.

Ikan gurame siap dipasarkan setelah dibesarkan 4 hingga 6 bulan.
Harganya sekitar 22 ribu rupiah per kilogram. Ikan gurame hasil
budidaya petani disini dipasarkan ke restoran – restoran di Jawa Barat
dan Jawa Tengah. Ikan gurame banyak diminati, karena dagingnya yang
empuk dan terasa gurih bila dimakan.

Saturday, December 25, 2010


Budidaya kepiting merupakan salah satu usaha di bidang perikanan yang
menguntungkan. Para petani tambak kepiting dapat meraih keuntungan
lebih dari seratus persen, dengan bermodalkan peralatan sederhana.

Bibit kepiting yang dibeli seharga 15 ribu rupiah per kilogram,
setelah digemukkan selama 2 minggu hingga satu bulan, bisa dijual
seharga 30 ribu hingga 50 ribu rupiah per kilogram.

Pemasaran kepiting juga tidak sulit, karena kebutuhannya cukup tinggi
untuk restoran sea food. Pasokan kepiting untuk kota Jakarta dan
sekitarnya saja dirasakan masih kurang. Apalagi untuk konsumsi
kota-kota besar di pulau Jawa dan Bali. Salah satu sentra budidaya dan
penggemukan kepiting terdapat di kawasan Desa Ambulu, Kecamatan
Losari, Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Dari kota Cirebon, Desa Ambulu dapat dicapai selama satu jam
perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor, mengambil arah ke
Brebes, Jawa Tengah. Desa Ambulu, Kecamatan Losari, merupakan sentra
penghasil utama kepiting di Kabupaten Cirebon. Desa ini memiliki
sungai yang airnya tidak pernah kering.

Penggemukan kepiting dilakukan petani di sungai yang berair payau.
Untuk mencapai lokasinya, saya harus melintasi jembatan kecil di
tengah sungai. Keramba yang digunakan untuk memelihara kepiting
terbuat dari bambu, tersebar di sepanjang sungai.

Para petani kepiting disini tergabung dalam beberapa kelompok nelayan.
Salah satunya kelompok Nelayan Rajungan Jaya, yang dipimpin oleh Pak
Syamsudin. Kepiting yang dibudidayakan disini jenis kepiting solasi
dan kepiting bakau. Keramba tempat penggemukan berukuran dua kali tiga
meter. Setiap keramba berisi sekitar lima puluh ekor kepiting.

Kepiting yang diambil dari keramba diikat kakinya dengan tali dari
pohon pisang, agar tidak berkeliaran. Saya mencoba ikut mengikat kaki
kepiting, namun ternyata tidak mudah.

Kepiting laki-laki dipanen setelah berumur setengah bulan. Sedangkan
kepiting perempuan dipanen setelah bertelur dan berusia satu bulan.
Harga kepiting laki-laki sekitar 30 ribu rupiah per kg. Sedangkan
kepiting betina 50 ribu rupiah per kg.

Kepiting yang baru diambil dari keramba dikumpulkan di dalam
keranjang. Kepiting solasi dan kepiting bakau yang digemukkan disini
merupakan kepiting pilihan. Bila dimasak rasa dagingnya lebih gurih.
Kelezatannya sudah sangat dikenal para penikmat kepiting.

Budidaya Lobster Air Tawar

Budidaya lobster air tawar merupakan salah satu usaha yang dapat
ditekuni. Harganya di pasaran cukup tinggi, sekitar 100 ribu rupiah
per kilogram, membuat budidaya lobster air tawar menjanjikan
keuntungan bila dilakukan dengan teknik yang benar.

Salah satu lokasi budidaya lobster air tawar terdapat di Desa Bojong
Kantong, Kecamatan Langen Sari, Banjar, Jawa Barat. Proses pembesaran
dilakukan di kolam sawah, sehingga lobster dapat tumbuh lebih cepat.

Lokasi budidaya lobster air tawar di Banjar, Jawa Barat, dari Jakarta
dapat dicapai melalui jalan tol Cipularang. Keluar di pintu tol
Cileunyi, perjalanan kemudian dilanjutkan ke arah Priangan Timur,
tepatnya di Desa Bojong Kantong, kecamatan Langen Sari.

Disinilah budidaya lobster air tawar di lakukan, di areal seluas 1.400
meter persegi milik Endang Hardi. Dia telah menekuni usaha ini sejak 8
tahun lalu, dengan bantuan teknis dari Universitas Galuh Ciamis.

Lobster yang dibudidayakan disini jenis red clow atau penjapit merah,
yang bibitnya didatangkan dari Australia. Jenis ini paling banyak
diminati pasar, terutama untuk restoran sea food, dan hotel
berbintang.

Budidaya lobster air tawar disini mulai dari pemijahan. Proses
pemijahan dilakukan di bak semen. Induk lobster disatukan di dalam bak
hingga terjadi perkawinan dan membuahkan telur.

Proses pembesaran lobster dilakukan di kolam tanah di tengah sawah.
Lobster tumbuh optimal di kolam air tawar dengan ph antara 7 hingga 9,
dan suhu antara 23 hingga 30 derajat celsius.

Pemeliharan lobster air tawar relatif tidak sulit. Untuk kolam tanah,
makanannya tersedia secara alami berupa plankton. Sebagai makanan
tambahan diberikan campuran parutan singkong, buah pepaya dan pelet.
Pakan tambahan ini ditebarkan ke kolam sekali sehari.

Lobster dipanen setelah dipelihara selama enam bulan. Pada usia tiga
bulan seperti ini, lobster sudah dapat dikonsumsi, namun dari sisi
ukuran belum layak, karena belum memenuhi kriteria permintaan pasar.

Lobster jenis penjapit merah dipasarkan di kota-kota di Pulau Jawa.
Harganya sekitar 100 ribu rupiah per kilogram. Harga jual lobster di
pasaran yang cukup menggiurkan, membuat usaha budidaya ini layak untuk
ditekuni karena menjanjikan keuntungan.

Permintaan lobster air tawar jenis penjapit merah cukup tinggi dan
belum seluruhnya dapat dipenuhi. Setiap minggunya sentra budidaya
lobster air tawar ini menerima permintaan sekitar 5 kwintal lobster,
namun baru dapat dipenuhi sekitar 1 kwintal saja.

Ciri Makanan berformalin

“PAKAI formalin nggak, Mang, tahunya?” tanya seorang ibu. “Kalau mau
tahu yang bebas formalin gampang kok, Bu, pilih saja yang dilaletin,”
sahut ibu yang satu lagi.

Seperti biasa, celoteh sejumlah ibu saat merubungi tukang sayur
keliling selalu menghiasi suasana pagi di suatu kompleks perumahan.
Namun, sejak Tabloid GHS memberitakan tentang pengawet mayat
(formalin), boraks (antiseptik), juga pewarna tekstil (Rhodamin B)
yang dipakai untuk mengawetkan makanan, dan kemudian dilanjutkan oleh
berbagai media massa, banyak orang menjadi lebih berhati-hati.

Selain lebih cerewet tanya ini-itu kepada penjualnya, tiap orang juga
mencari kiat mudah untuk mencirikan makanan yang aman. Seperti ibu
tadi. Menurutnya, makanan berformalin akan dijauhi lalat. Lalu,
makanan seperti bakso yang mengandung boraks, tak bakal disentuh
kucing. “Binatang saja ndak doyan, masa iya manusia mesti memakannya,”
ujarnya.

Sampel dan pengujian laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan
(BPOM) akan adanya pengawet berbahaya itu awal Desember lalu memang
hanya mencakup wilayah Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang,
Yogyakarta, Surabaya, Mataram, dan Makassar. Namun, ada baiknya
seluruh rakyat Indonesia saat ini mewaspadai kenyataan itu.

Sebetulnya penggunaan pengawet yang dapat memicu penyakit itu telah
digunakan sejak belasan tahun lalu. Mungkin saja bahan makanan lain
yang tidak masuk pengujian BPOM juga telah terkontaminasi zat-zat
kimia itu.
Produk makanan atau sampel yang diuji meliputi tahu, mi basah, dan
ikan yang secara keseluruhan berjumlah 761 sampel.

Formalin Merusak Saraf Pusat
Formalin adalah bahan kimia yang kegunaannya untuk urusan luar tubuh.
Contohnya untuk pembunuh hama, pengawet mayat, bahan disinfektan dalam
industri plastik, busa, dan resin untuk kertas. Di dalam formalin
terkandung sekitar 37 persen formaldehid dalam air. Biasanya
ditambahkan metanol hingga 15 persen sebagai pengawet.
Akibat masuknya formalin pada tubuh bisa akut maupun kronis. Kondisi
akut tampak dengan gejala alergi, mata berair, mual, muntah, seperti
iritasi, kemerahan, rasa terbakar, sakit perut, dan pusing.

Kondisi kronis tampak setelah dalam jangka lama dan berulang bahan ini
masuk ke dalam tubuh. Gejalanya iritasi parah, mata berair, juga
gangguan pencernaan, hati, ginjal, pankreas, sistem saraf pusat,
menstruasi, dan memicu kanker.

Pertolongan pertama pada keracunan akut
Tergantung konsentrasi cairan dan gejala yang dialami korban.
* Sebelum ke rumah sakit: Gunakan arang aktif (norit). Jangan memberi
rangsang agar muntah karena menimbulkan risiko trauma korosif pada
saluran cerna atas.
* Di rumah sakit: Dilakukan bilas lambung (gastric lavage), pemberian
arang aktif (meski pemberian ini akan mengganggu penglihatan bila
dilakukan teropong usus untuk mendiagnosis trauma esofagus dan saluran
cerna).
Hemodialisis (cuci darah) untuk mengeliminasi habis formalin dari
tubuh. Tindakan ini dilakukan bila terjadi keadaan asidosis metabolik
(keracunan berat yang mengganggu metabolisme).

Ciri makanan berformalin
Mi basah:
- Bau sedikit menyengat.
- Awet, tahan dua hari dalam suhu kamar (25º Celsius). Pada suhu 10ºC
atau dalam lemari es bisa tahan lebih 15 hari.
- Mi tampak mengkilat (seperti berminyak), liat (tidak mudah putus),
dan tidak lengket.
Tahu:
- Bentuknya sangat bagus.
- Kenyal.
- Tidak mudah hancur dan awet (sampai tiga hari pada suhu kamar
(25ºC). Pada suhu lemari es (10ºC) tahan lebih dari 15 hari.
- Bau agak menyengat.
- Aroma kedelai sudah tak nyata lagi.
Bakso:
- Kenyal.
- Awet, setidaknya pada suhu kamar bisa tahan sampai lima hari.
Ikan:
- Warna putih bersih.
- Kenyal.
- Insangnya berwarna merah tua dan bukan merah segar.
- Awet (pada suhu kamar) sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk.
- Tidak terasa bau amis ikan, melainkan ada bau menyengat
Ikan asin:
- Ikan berwarna bersih cerah.
- Tidak berbau khas ikan.
- Awet sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar (25ºC).
- Liat (tidak mudah hancur).
Ayam potong:
- Berwarna putih bersih.
- Tidak mudah busuk atau awet dalam beberapa hari.

Boraks Bisa Mematikan
Menurut Dra. Euis Megawati, Apt., boraks adalah bahan solder, bahan
pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoak.
Sinonimnya natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat.
Sifatnya berwarna putih dan sedikit larut dalam air.

Sering mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak,
hati, lemak, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan
demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf
pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun,
kerusakan ginjal, pingsan, bahkan kematian.

Ciri makanan berboraks
Sama seperti formalin, cukup sulit menentukan apakah suatu makanan
mengandung boraks. Hanya lewat uji laboratorium, semua bisa jelas.
Namun, penampakan luar tetap memang bisa dicermati karena ada
perbedaan yang bisa dijadikan pegangan untuk menentukan suatu makanan
aman dari boraks atau tidak.

Bakso
- Lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks.
- Bila digigit akan kembali ke bentuk semula.
- Tahan lama atau awet beberapa hari.
- Warnanya tampak lebih putih. Bakso yang aman berwarna abu-abu segar
merata di semua bagian, baik di pinggir maupun tengah.
- Bau terasa tidak alami. Ada bau lain yang muncul.
- Bila dilemparkan ke lantai akan memantul seperti bola bekel.

Gula Merah
- Sangat keras dan susah dibelah.
- Terlihat butiran-butiran mengkilap di bagian dalam.

Pewarna Kain di Jajanan Anak
Selain formalin dan boraks, beberapa jenis bahan makanan yang diuji
BPOM juga mengandung bahan berbahaya seperti pewarna tekstil, kertas,
dan cat (Rhodamin B), methanil yellow, amaranth. Pemakaian ini sangat
berbahaya karena bisa memicu kanker serta merusak ginjal dan hati.
Payahnya lagi, bahan-bahan ini ditambahkan pada jajanan untuk
anak-anak seperti es sirop atau cendol, minuman ringan seperti limun,
kue, gorengan, kerupuk, dan saus sambal.

Ciri makanan yang mengandung Rhodamin B:
- Warna kelihatan cerah (berwarna-warni), sehingga tampak menarik.
- Ada sedikit rasa pahit (terutama pada sirop atau limun).
- Muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya.
- Baunya tidak alami sesuai makanannya.

Konsumsi Ikan Saat Hamil Mendorong Kemampuan Otak Anak

Anak-anak usia pra-sekolah yang ibu mereka secara rutin
mengonsumsi ikan rendah-merkuri selama kehamilan diduga memiliki otak
lebih cerdas dibandingkan dengan teman sebaya mereka. Beberapa
peneliti mendapati bahwa di antara 341 anak berusia tiga tahun, mereka
yang ibunya mengonsumsi lebih dari dua porsi ikan per pekan selama
hamil biasanya lebih baik dalam pemeriksaan verbal, visual, dan
perkembangan gerak.

Temuan yang diungkap dalam Journal of Epidemiology tersebut menambah
bukti bahwa ikan dapat menjadi makanan otak. Tapi, mereka
menggaris-bawahi perlunya memilih ikan rendah merkuri selama hamil.
”Saran bagi konsumsi ikan selama kehamilan mesti memperhitungkan
manfaat nutrisi dalam ikan serta potensi risiko terhadap merkuri,”
tulis para peneliti yang dipimpin Emily Oken dari Harvard Medical
School di Boston. Ikan berlemak seperti tuna, salmon, dan sardin
berisi asam lemak omega-3 yang penting dalam perkembangan otak anak
dan janin. Masalahnya, ikan berlemak lebih mungkin untuk tercemar
merkuri, zat logam yang menjadi racun bagi sel-sel otak, terutama pada
janin dan anak kecil.

Maka, perempuan hamil disarankan menghindari ikan tertentu sama
sekali, misalnya ikan hiu, todak, king mackerel, dan tilefish. Semua
ikan itu memiliki kadar merkuri yang sangat tinggi karena mereka
memakan ikan lain dan berumur panjang. Dari waktu ke waktu mereka
menumpuk merkuri di dalam jaringan lemak mereka. Para pejabat
kesehatan di AS juga menyarankan perempuan hamil memakan lebih dari 12
ons ikan per pekan. Untuk studi ini, tim peneliti mengumpulkan contoh
darah dari 341 perempuan selama tiga semester kedua dan menanyakan
mereka seberapa sering mereka memakan beragam makanan, termasuk ikan.
Ketika anak mereka berusia tiga tahun, mereka menjalani tes kosa kata
standar, kemampuan visual, dan koordinasi gerak tangan serta jari.

Secara keseluruhan, para peneliti tersebut mendapati anak-anak yang
ibu mereka mengonsumsi ikan lebih dari dua kali per pekan memiliki
angka tes yang lebih tinggi. Namun, anak-anak yang ibu mereka memiliki
tingkat merkuri pada 10 persen tertinggi dalam studi tersebut mencatat
angka lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang ibunya memiliki
tingkat merkuri lebih rendah.

Ikan yang memiliki omega-3 tinggi tapi merkuri yang relatif rendah
adalah ikan tuna kalengan dan ikan lebih kecil yang berlemak seperti
salmon. Ikan daging putih seperti cod dan haddock cenderung memiliki
merkuri lebih rendah tapi memiliki lebih sedikit omega-3 dibandingkan
dengan ikan yang lebih berlemak.